Profil Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

E-mail Print PDF

 

Kurikulum berbasis kompetensi sudah dicanangkan sejak tahun 2003 melalui Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tahun 2003 dan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 8 dalam PP RI tersebut menyatakan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan atau semester sesuai dengan standar nasional pendidikan. Kompetensi terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar.

PSIK FK UNDIP merujuk pada kepentingan pendidikan nasional saat ini telah mengikuti pola dan strategi pengembangan kurikulum pendidikan tinggi keperawatan dengan implementasi kurikulum berbasis kompetensi. Berkaitan dengan implementasi ini, tim PSIK UNDIP telah mengikuti kegiatan TOT yang diselenggarakan oleh Lemdik UNDIP maupun Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) bekerjasama dengan DIKTI (DIT-AK Depdiknas). Hal ini dilakukan agar PSIK mampu mengikuti perkembangan dan terlibat secara langsung dalam pengembangan kurikulum.PSIK UNDIP telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi mulai tahun akademik 2006/2007.

Pengembangan KBK di PSIK Fakultas Kedokteran Undip telah mengalami perencanaan dan pematangan dengan diskusi yang panjang melalui workshop tiga kali selama tiga tahun. Tujuan utama pengembangan dan implementasi kurikulum berbasis kompetensi di PSIK UNDIP ini adalah agar lulusan dapat lebih berkompetisi di bursa kerja kesehatan dan atau keperawatan baik domestik maupun global. Inovasi dan kreasi dalam pembelajaran berbasis KBK sangat membantu mahasiswa dalam penguasaan kompetensi yang ditetapkan pendidikan maupun industri.

Penerapan kurikulum berbasis kompetensi menunjukkan pola pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Dosen atau pemandu atau tutor hanya memberikan pengantar dan pengalaman dalam mendapatkan kompetensi yang dibutuhkan melalui perencanaan pembelajaran yang sangat matang. Mahasiswa diharapkan lebih mampu untuk menganalisa dan mencapai kebutuhan belajar yang sesuai dengan tingkat kerumitan kompetensi yang akan dicapai.

Dalam penerapan KBK ini, kegiatan praktik klinik dan komunitas tidak terbatas pada pola pembelajaran tahap profesi saja, namun sudah dimulai dari pembelajaran tahap akademik. Mahasiswa yang berasal dari lulusan SMU dan atau yang sederajat sudah mulai mengikuti kegiatan praktik klinik program pendidikan sarjana keperawatan sejak semester tiga, yaitu praktik keperawatan dasar hingga kegiatan praktik komunitas pada semester delapan.

Pembelajaran program pendidikan ners merupakan media pembelajaran praktik profesional lanjut yang diikuti oleh seluruh lulusan pembelajaran tahap akademik sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan praktik profesional yang lebih komprehensif.

 

You are here: